Malam Jahanam

Di suatu desa di pesisiran pantai tinggallah sebuah keluarga yang bernama Mat Kontan dan istrinya yang bernama Paijah, mereka hidup berdua tanpa kehadiran seorang anak yang di dambakan. Di samping rumahnya tinggal lah seorang perjaka yang bernama Soleman ia hidup sendiri. Paijah mendambakan kehadiran seorang anak dalam pernikahannya tetapi ternyata suaminya, Mat Kontan tidak dapat memberikan keturunan kepada dirinya dikarenakan Mat Kontan mandul. Pada suatu malam saat Mat Kontan sedang tidak ada di rumah, Paijah memutuskan bagaimana caranya dia harus mendapatkan seorang anak meski dengan jalan apapun. Paijah melakukan perbuatan jahanam yaitu perselingkuhan ini sebab ia hanya ingin mendapatkan seorang anak yang tidak bisa ia dapatkan dari suaminya Mat Kontan. Akhirnya paijah mendatangi Soleman tetangganya itu, Paijah menangis di depan Soleman memohon supaya Soleman mau memberikan anak kepadanya. Setelah kejadian itu akhirnya Paijah bisa mendapatkan seorang anak yang diberi nama Mat Kontan Kecil.
Pada suatu malam saat Mat Kontan pergi Mat Kontan Kecil sedang sakit tetapi Mat Kontan tidak pernah peduli terhadap anak dan istrinya dia hanya memikirkan kesenangannya dengan bermain judi burung. Sepulang dari judi Mat Kontan sangat senang sekali karena ia habis menang judi dan ia bercerita kepada istrinya bahwa ia bertemu dengan kawan- kawan lamanya, dengan bangganya ia bilang pada teman – temannya kalau sekarang dia sudah punya anak. Mat Kontan Kecil selalu dibangga-banggakannya saat ia berada di luar rumah padahal dia tak pernah mengurusi dan memikirkan anak dan istrinya dia sibuk dengan judi burungnya.
Mat Kontan mempunyai burung kesayangan yaitu Burung Beo. Suatu ketika ia teringat dengan Burung Beo kesayangannya, ia bertanya kepada istrinya Paijah di mana burung kesayangannya itu berada namun Paijah menjawab tidak tau di mana keberadaan burung itu. Mat Kontan merasa sangat marah karena burung kesayangannya itu menghilang tanpa jejak, Mat Kontan berkata dalam hati jika dia mengetahui siapa yang mencuri atau membunuh burungnya itu ia akan mencari dan membunuh orang tersebut. Paijah marah besar kepada Mat Kontan suaminya karena masalah burung saja mesti dibesar-besarkan seperti Gunung Krakatau yang mau meletus saja sedang ia tak menghiraukan anaknya yang sedang sakit yang berhadapan dengan maut. Ternyata Solemanlah yang membunuh Burung Beo tersebut, Soleman membunuh burung tersebut karena burung tersebut menirukan suara saat Soleman sedang memegang tangan Paijah dan Paijah berkata ”jangan ganggu aku, jangan goda aku” oleh sebab itu ia memotong leher si beo dan membuang bangkainya di dekat sumur Paijah. Setelah Paijah mengetahui kalau burung suaminya Mat Kontan dibunuh oleh Soleman ia marah besar kepada Soleman, karena ia takut kalau sampai suaminya tau bahwa yang membunuh burung kesayangannya itu Soleman dia akan dibunuh oleh suaminya Mat Kontan.
Setelah itu Mat Kontan dan Soleman bertemu dan mereka terlibat adu mulut, Soleman marah kepada Mat Kontan karena ia tak mau memperdulikan anak dan istrinya. Soleman merasa kasihan kepada Paijah dan anaknya yang tak pernah dihiraukannya sedangkan ia hanya sibuk dengan burung dan sibuk membanggakan Mat Kontan Kecil di luar rumah. Sampai akhirnya emosi Soleman memuncak dan akhirnya ia bilang yang sebenarnya kepada Mat Kontan bahwa anak yang ia bangga banggakan bukan lah anak Mat Kontan melainkan anak Soleman darah daging dia, ketika Mat Kontan tau itu ia sangat marah besar dan mengusir anak dan istrinya untuk pergi meninggalkan rumah akhirnya Paijah pun pergi ke rumah pamannya. Kemudian Soleman dibunuh oleh Mat Kontan tetapi ia bilang pada istrinya bahwa Soleman pergi tanpa jejak setelah itu anaknya Paijah yaitu Mat Kontan kecil meninggal karena sakit.

, ,

  1. #1 by MENONE on 28 Desember 2010 - 8:21 PM

    waaaaaaahhhhh selingkuh buat bikin anak weleh…weleh….weleh……

    • #2 by yoen114 on 28 Desember 2010 - 8:31 PM

      maksude?, gak dong aq

    • #3 by yoen114 on 28 Desember 2010 - 8:32 PM

      iyo keren to? gak nonton teatere po? mengenaskan yo!!! ahahahahahahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: